Tips agar ayam tidak mudah terserang penyakit

Tips supaya ayam tidak mudah terserang berbagai macam penyakit
Sebenarnya mencegah datangnya penyakit lebih baik daripada mengobati.  Oleh karena itu cara termudah supaya ayam-ayam kita tetap sehat yaitu dengan cara mencegahnya, berikut beberapa :
1. Menjaga pakan yang kita berikan jumlah maupun nilai gizinya terjamin.  
Jangan asal-asalan memberi makan, bisa-bisa nanti ayam kita tidak meningkat bobotnya bahkan bisa keracunan.  Pakan diberikan dengan disiplin, maksud saya jangan berubah-ubah waktunya.

2.  Jaga agar kandang mendapat cukup sinar matahari dan ventilasi cukup.  
Kita tahu bahwa sinar matahari mampu mensanitasi kandang dari penyakit dan ayam mendapat sinar yang cukup untuk pertumbuhan tulang.  Oleh karena itu usahakan atap kandang sebagian dari genteng kaca.

3.  Kebersihan kandang dilakukan secara teratur supaya kuman penyakit tidak betah dan ayam tetap bersih.
Kotoran yang menumpuk bisa menjadi sarang penyakit dan jika salah satu ayam terserang penyakit maka akan mudah menular.  Kalau saya secara teratur memberi kulit padi/sekam padi untuk alas kandang sehingga kotoran ayam dengan adanya sekam padi menjadi tetap kering alias tidak lembab/basah, sehingga kandang pun tidak bau.

4.  Memberikan vaksin secara teratur.
Lakukan Vaksinasi pada ayam umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan untuk pencegahan.  Bisa lewat tetes mata, mulut atau lewat air minum.  Vaksin yang sering saya berikan adalah vaksin ND/tetelo, sebenarnya ada lagi vaksin gumboro dll.

5.  Berikan obat cacing secara teratur.  
Hal ini penting untuk menjaga supaya nafsu makan ayam tetap meningkat.  Kan kalau ayam makannya bernafsu, insya ALLAH akan tahan terhadap berbagai macam penyakit.  Bisa juga dengan memberikan irisan daun pepaya dan rebusannya atau temu ireng.

6.  Untuk ayam jangan sekali-kali mengumbar ayam-ayam kita dengan bebas sehingga “bergaul” dengan ayam-ayam lain tetangga.  
Dijamin deh, pasti bakalan “habis” ayam kita karena penyakit ayam tuh cepat sekali menularnya.  Kalau saya ayam-ayam saya gak pernah saya umbar, tetap di kandang terus.  Kalaupun diumbar, ya saya buatkan pagar.

7.  Jika anda membeli ayam baru dari pasar, pastikan bahwa ayam tersebut sehat.  
Beri makan yang bergizi dan cukup, kemudian divaksin sebelum dicampur dengan ayam-ayam kita yang lain karena jangan-jangan dari pasar sudah mengandung bibit penyakit, kan gawat bisa-bisa menulari ayam kita.

8. Batasi orang-orang yang masuk ke dalam

9. Jangan Sembarangan masuk ke kandang ayam orang lain terutama jika ayam di kandangnya sedang sakit
(sumber: aliefardi.blogspot.com)

Penyakit berak hijau pada ayam

Diagnosa penyakit berak hijau pada ayam
Pernahkah anda melihat feces ayam yang berwarna hijau? warna hijau tersebut berasal dari warna cairan empedu ayam. Kejadiannya bisa disebabkan oleh beragam penyebab antara lain ayam tidak makan, ND, kolera, AI, malaria, “penyakit menyerupai malaria” dan sebagainya. Faktor penyebab tersebut akan mengganggu proses pembentukan cairan empedu maupun proses perubahan cairan empedu saat di usus.
Jika ditelaah lebih dalam, masing-masing faktor penyebab tersebut akan menghasilkan feses warna hijau dengan tekstur yang berbeda-beda. Beberapa yang memiliki karakteristik tersebut ialah AI yang menyebabkan feses warna hijau muda, berbentuk pasta dan berlendir. Feses ND akan berbentuk diare hijau lumut dan tidak berlendir. Sedangkan pada kolera, gejala feses hijau muncul pada kondisi akut dimana feses berbentuk cair (diare), hijau dan berlendir (Disease of Poultry, 1997). Meski begitu, disarankan untuk tidak menjadikan gambaran feses hijau menjadi patokan utama dalam mendiagnosa penyakit karena tergantung kepekaan dan pengalaman seseorang dalam mendiagnosa.


Penyebab feses hijau dibagi menjadi dua yaitu :

1. Non infeksi
Feses hijau akan muncul saat ayam tidak memperoleh pakan. Feses hijau akan mulai muncul + 13 jam setelah ayam dipuasakan (di dalam saluran pencernaan tidak ada pakan). Ayam akan mengalami diare kehijauan dan berlendir. Beberapa kondisi yang dapat ditemukan feses hijau ini antara lain saat DOC baru datang ke kandang, saat ayam petelur dipuasakan secara paksa dengan tujuan peremajaan kembali (force molting) maupun saat pengiriman ayam afkir/ panen dari farm ke lokasi pemotongan ayam.

Khusus untuk DOC saat chick in terutama yang belum diberi pakan, warna feses dari coklat hingga kehijauan dikatakan normal. Hal ini karena pencernaan DOC belum berjalan baik, begitupula dengan flora normal di usus yang belum berkembang dengan baik. Ditambah lagi, ayam belum diberi asupan pakan dari luar sehingga saluran pencernaan kosong. Namun jika hingga beberapa jam setelah diberi pakan, feses masih tetap hijau, perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Satu hal yang membedakan antara feses hijau karena infeksi dengan non infeksi ialah nafsu makan. Pada kasus non infeksi, nafsu makan ayam baik. Hal ini diperlihatkan oleh ayam yang mematuk-matuk litter atau benda-benda di sekitarnya untuk mencari pakan.

2. Infeksi
Feses hijau yang dikarenakan infeksi selalu disertai gejala klinis dan perubahan gambaran bedah bangkai. Penurunan nafsu makan karena infeksi bisa menjadi pemicu awal terjadinya feses hijau. Beberapa dari infeksi tersebut, kami jelaskan di sini.

a. Newcastle disease (ND)
Gejala feses hijau lebih sering terjadi karena infeksi virus ND golongan vvND (velogenic viscerotropic Newcastle Disease). Selain itu, ditemukan pula gejala penurunan kualitas dan kuantitas telur. Terjadi kematian yang cukup tinggi. Peradangan di puncak bintil-bintil proventrikulus, di lemak jantung dan peyer patches usus halus juga terlihat pada bedah bangkai.

b. Avian Influenza (AI)
Gejala klinis yang biasa ditemui ialah penurunan produksi telur dan terjadi kematian. Pada bedah bangkai ditemukan adanya perdarahan di usus halus, lemak jantung, perbatasan esofagus dan proventrikulus.

c. "Malaria like"
Gejala lain yang muncul ialah ayam lesu, anemia, penurunan produksi telur dan kadang disertai kematian. Pada bedah bangkai ditemukan radang pada ginjal, limpa membesar dan adanya bintik-bintik perdarahan pada organ dalam tubuh serta otot dada. Dan yang lebih penting lagi, ditemukan vektor penyebarnya yaitu Culicoides sp. (bentuk seperti nyamuk besar, menghisap darah dan sayap bertotol) di sekitar kandang.
Culicoides sp. sedang menghisap darah
(sumber : en.wikipedia.org)

d. Fowl Cholera (AI)
Gejala feses kehijauan cenderung terjadi pada ayam yang sakit fowl cholera akut (Disease of Poultry, 1997). Gejala ini juga disertai dengan kebiruan pada jengger dan pial, hati bengkak serta nafsu makan menurun, leleran hidung. Biasanya terjadi kematian dalam beberapa hari.
Obat paling mujarab ialah pengobatan yang cepat dan tepat sasaran (sesuai penyebabnya). Oleh karena itu, segera lakukan penggalian informasi sebanyak-banyaknya setelah mengetahui adanya gejala feses kehijauan. Kemudian lakukan penanganan sesuai penyebabnya.

Jika penyebabnya karena ayam tidak makan maka segera berikan pakan. Jika terpaksa melakukan tindakan pemuasaan (pakan) sebaiknya tidak terlalu lama (+4-6 jam) dan menghindari pemberian air minum berlebih saat pemuasaan. Air minum yang berlebih akan mempercepat pengosongan saluran pencernaan sehingga mempercepat pergesekan permukaan usus. Hal ini akan merangsang dikeluarkannya cairan empedu dan menyebabkan feses berwarna hijau (www.mb.gov.au). Segera setelah ayam dipuasakan berikan air minum ditambah gula dan multivitamin serta berikan pakan untuk memulihkan kondisi tubuh dan mengisi saluran pencernaan yang kosong. Disarankan di saat tersebut, diberikan pakan yang berbentuk mash atau serbuk agar lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaan.

Karena disebabkan oleh virus, ayam yang terinfeksi ND atau AI tidak bisa diobati. Yang bisa dilakukan ialah melakukan tindakan revaksinasi darurat terhadap ayam sehat. Gunakan Medivac ND Clone 45 sebagai revaksinasi darurat untuk merangsang pembentukan antibodi ND secara cepat. Hal sama juga berlaku jika ayam terserang AI dengan menggunakan Medivac AI. Tujuannya ialah agar ayam yang masih sehat bisa segera membentuk antibodi. Antibodi yang terbentuk akan bersaing dengan virus lapang untuk berikatan dengan reseptor (tempat berikatan,red) di sel target. Semakin cepat antibodi terbentuk maka semakin sedikit virus yang berikatan dengan sel target. Lakukan juga pengafkiran terhadap ayam yang sakit agar tidak menularkan virus ke ayam sehat.

Jika ayam terjangkit kolera, lakukan pengobatan menggunakan antibiotik yang sudah banyak beredar dipasaran/ poultryshop. Sedangkan untuk kasus “malaria like”, ayam bisa diberikan obat malaria unggas melalui air minum. Berikan obat sesuai aturan pakai dan dosis agar hasil lebih maksimal.

Lebih penting lagi ialah memperketat biosekuriti termasuk manajemen pemeliharaan dan pembasmian vektor (pembawa penyakit). Salah satunya ialah membersihkan feses secara rutin. Tindakan ini akan menghilangkan tempat berkembang biak vektor penyakit. Selain itu, tindakan tersebut bisa berfungsi sebagai kontrol terhadap kondisi ayam melalui fesesnya karena semakin cepat gejala feses hijau ditemukan semakin cepat penanganannya.

Lakukan juga pembasmian serangga di sekitar peternakan dengan antiparasit seperti ralat/ superjoss. Selain itu, sebaiknya ayam selalu diberikan avispro yang merupakan antibiotik alami (mengandung propolis) yang berfungsi mencegah serangan penyakit, membantu proses pencernaan, dan membuat kotoran menjadi lebih kering.
(sumber: infomedion.co.id)

Penyakit Telapak Kaki Ayam Menggelembung dan Cara Mengatasinya

Penyakit Bubulen/Bumlefoot (Telapak kaki ayam menggelembung) dan cara mengatasinya
Penyakit Bubulen / bumblefoot pada ayam bangkok sering terjadi pada organ tubuh ayam di bagian kaki, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kangker ganas juga.
Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan di peternakan ayam seperti ayam bangkok, karena penyakit bubulen  sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 25 minggu sampai 40 ( tahap keganasan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri, dan pada usia ayam menginjak 41 minggu sampai 65 minggu bisa di katakan 25 percent dari jumlah ayam sakit pada usia 25 mggu sampai 40 minggu.
Penyakit bubulen  dapat di kategorikan dalam 3 tahap.
  1. Tahap pertama adalah, di karenakan ayam atau pun burung lama bertengger di tenggeran yang tidak sesuai, yang akan mengakibatkan luka pada pad atau dampal kaki ayam, tanda kemerahan akan timbul dalam beberapa waktu kedepan, maka dengan memberikan cream pada kaki ayam adalah langkah paling baik pada masa itu.
  2. Tahap serius, pada tahap serius, bagian kaki ayam yang memerah warna nya akan semakin meluas, mengakibatkan ke tidak stabilan pada kaki ayam, untuk kategori ini bisa menggunakan antibiotik untuk pengobatan.
  3. Tahap fatal. dalam tahap ini, bubul  dengan ukuran yang lebih besar bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak di tangani dari awal bisa mengakibatkan kematian.
Akibat dari penyakit bubulen  ini adalah
  • Berat badan ayam akan drastis menurun pada saat satu sampai 2 minggu (terhitung dari terjangkit nya infeksi)
  • Ayam akan hilang selera makan
  • Kaki ayam tidak bisa berfungsi dengan baik (pincang) dan lambat laun ayam yang kita andalkan, akan beralih ke ayam unproductive, kenapa?? karena ayam sakit dan jika tidak di rawat, maka ayam akan mati.
Ciri-Cirinya:
Seperti di uraikan di  atas tadi, Pertama-tama kaki ayam pada bagian jari2 kaki terlihat warna memerah dan bila di pegang akan terasa sedikit panas, Lambat laun kian hari kian membengkak dan masih terus berwarna merah, Setelah dalam hitungan 3 sampai 4 minggu (terhitung dari terjadinya infeksi) akan berubah menjadi gumpalan nanah dan akan semakin mengeras pada bagian telapak kaki ayam yang menghidap penyakit tsbt.
 Pada dasarnya, jika ayam sudah menghidap penyakit jenis ini, dan yakin bubul  sudah  menyerang kaki ayam 90 % ayam tidak bisa di obati, paling bisa di buang.

Penanggulangan dari awal
Di karenakan jenis penyakit ini di sebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan infeksi pada bagian kaki, atau bakteri yang masuk dari bagian tubuh ayam yang terluka dan bakteri tersebut akan manyerang semua bagian persendian pada ayam tsb, maka kaki ayam lah yang menjadi sasaran utama, Maka hindari ayam supaya tidak terluka (sebisa mungkin dan semampu mungkin) seperti halnya di kandang yang menggunakan slat kayu, maupun bambu, atau kawat, maka jangan sampai ada bagian benda tajam di sekitar lahan yang di tempati oleh ayam, walaupun penyakti ini mungkin terjadi pada genetik ayam indukan sebelumnya, maka tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi terjadi nya kesalahan pada persekitaran kandang kita, ya misalnya pakku yang ada di kayu menojol keluar, dan sebisa mungkin jangan sampai terjadi agar kaki ayam tidak terluka oleh bagian paku yang keras, atau benda tajam lainnya yang mungkin di kandang anda ada benda keras lainnya. Karena penyakit ini tidak terjadi pada saat ayam terluka, tetapi akan terjadi setelah beberapa minggu kedepan, maka benda tajam-lah musuh utama disini.
Jika anda atau di kandang anda menggunakan serbuk gergaji untuk alas (sebagai pengganti sekam)  maka teliti lebih awal atau periksa kualitas serbuk gergaji tersebut, jangan sampai banyak potongan kayu kecil yang tajam (apalagi yang besar) walaupun sebesar tusuk gigi misalnya, itu juga sangat membahayakan, secara pengertian kasar, jika tubuh atau kaki ayam terluka oleh benda tajam tersebut, maka tubuh ayam sudah terbuka untuk bakteri yang jumlahnya tidak terhitung di kawasan kandang tersebut, maka dengan satu kesempatan saja dan jika kondisi kekebalan tubuh ayam menurun, terjadinya infeksi sangat tidak bisa di ragukan lagi.

Perawatan
Jika terjadi penyakit ini di kandang anda , dan kebetulan masih dalam tahap awal, atau tahap memerah nya kaki ayam, maka lebih baik anda memisahkan ayam yang sakit tersebut ke pen atau kandang terpisah untuk karantina semantara,
Ketika ayam sudah di pisahkan pada kandang karantina, lakukan lah penyuntikan secara berkala, atau setiap hari selama satu minggu (7hari), kemudian istirahatkan selama (7hari) dan ulangi penyuntikan antibiotik selama 7hari. untuk antibiotik, anda bisa mencari nya di poultry shop terdekat, misalnya bisa menggunakan tinisol, gentamicyn, medoxyl LA, Penstrep atau pun antibiotik sejenis nya,
Untuk penyuntikan, katakan lah anda menggunakan Gentamicyn, maka bisa juga anda menggunakan Gentamicyn (disuntik di dada sebelah kana) dan B-Komplek (digunakan sebelah kiri) selam 7 hari.

(sumber: srejekifarm.blogspot.com)

Penyebab keBOTAKan pada ayam



Ada 2 faktor yang mempengaruhi kebotakan pada ayam peliharaan kita, berikut penjelasannya :


1. Faktor Pertumbuhan

Ini biasa terjadi pada ayam yang diberi makanan yang berkadar protein rendah, bulu ayam mengandung sesuatu sub-unit protein yang dinamakan "methionine" yang berkadar tinggi. Methionine dapat diperoleh pada amino acid yang mengandung sulfur, karena sulfur adalah unsur yang utama dari bulu, ayam memerlukan makanan dengan kadar Methionine dalam jumlah yang cukup, apabila kadar Methionine dalam asupan makanan tidak mencukupi maka pertumbuhan badan dan bulu ayam kurang optimal.

Seekor ayam yang kekurangan methionine cenderung memakan bulu yang rontok dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan akan amino acid, hal ini akan memacu seekor ayam memiliki sifat kanibalisme terhadap ayam lain, biasanya ayam akan mematuk bulu ayam lain di bagian kepala, ekor, punggung dan siku sayapnya.

Dalam proses pembuatan makanan ternak pada pabrik pakan ayam, telah dicampurkan beberapa bahan yang mengandung methionine dalam jumlah tertentu, hal ini dilakukan agar ayam akan memakannya dalam jumlah yang cukup. Setiap pakan pabrikan yang berkualitas tinggi telah diatur sedemikian rupa sehingga mengandung methionine yang cukup untuk mencegah kurangnya pertumbuhan badan dan bulu.

Apabila ada makanan tambahan (seperti jagung dan dedak) dicampurkan pada makanan dari pabrik, maka jumlah kadar methionine yang dikonsumsi oleh ayam menjadi kurang untuk pertumbuhan badan dan bulu. Mencampurkan makanan tambahan pada makanan asli dari pabrik sedapat mungkin agar dihindarkan. Bila terpaksa juga dilakukan karena makanan tambahan harganya relatif lebih murah, maka sebaiknya dicampur dengan amino acid secukupnya.



2. Faktor Pemeliharaan

Kandang ayam harus senantiasa diperhatikan kebersihannya. Dan sesekali perhatikan fisiknya, apabila bulu ayam rontok pada bagian perut atau sekitar dubur, penyebabnya pada umumnya adalah adanya parasit seperti kutu. Semprotlah kandang ayam dan sekitarnya secara berkala dengan menggunakan pestisida seperti Permethin, jangka waktu penyemprotan antara dua atau tiga minggu sekali mampu membunuh parasit yang bersarang di kandang ayam, hal ini perlu dilakukan untuk mencegah berjangkitnya kembali parasit tersebut.